• Rabu, 5 Oktober 2022

Di Era Digital , Gubernur Jawa Tengah Imbau Pelaku UMKM Memanfaatkan Pemasaran Lewat Marketplace

- Jumat, 23 September 2022 | 14:47 WIB
Gubernur Jawa Tengah Bersama Pelaku UMKM Jawa Tengah Ngobrol Tentang Usaha Mandirinya (ahmdT)
Gubernur Jawa Tengah Bersama Pelaku UMKM Jawa Tengah Ngobrol Tentang Usaha Mandirinya (ahmdT)

Punyarakyat.com | SEMARANG – Sebagai upaya agar UMKM di Jawa Tengah dapat naik kelas, sekitar 100 pelaku UMKM dari desa di seluruh Jawa Tengah dan 50 pemuda penggerak ekonomi mengikuti bootcamp Gerakan Akar Digital Indonesia yang digelar di Desa Wisata Kandri, Kota Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pelatihan tersebut menjadi cara untuk mengedukasi sehingga UMKM di Jawa Tengah masuk marketplace.

“Ini cara kita mengedukasi mereka sehingga kalaulah UKM kita itu mau berkembang, harus naik kelas. Tadi sudah disampaikan cara jualan online seperti apa, kredibilitas diuji, pemesan itu harus bisa mendapatkan pesanannya sesuai dengan yang diharapkan dengan waktu yang oke (tepat). Maka tadi (Pemprov) terima kasih, mereka (UMKM) sudah diajari memotret produknya diajari bagaimana onboard, bagaimana packaging, bagaimana memanage. Saya kira mereka perlu tahu. Itu yang paling penting,” ungkap Gubernur usai membuka acara bootcamp Gerakan Akar Digital Indonesia, Selasa (20/9/2022).

Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Minta Polisi Tindak Tegas Oknum Pelaku Pemotongan BLT BBM

Turut dijelaskan Gubernur, selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus melakukan pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM. Ruang-ruang yang menjadi meeting point untuk berbagi pengalaman dan belajar tentang digital marketing seperti Hetero Space juga telah disediakan.

“Harus berlatih terus. Kita punya Hetero Space punya Dinas Koperasi UMKM, mereka itu mendampingi dengan gaya kekinian mereka bisa chatting melalui medsos datang ketemu kopi darat dan kita keliling-keliling. Kita punya di Semarang, di Solo, sekarang lagi dibangun di Banyumas, dan nanti kita siapkan di Pantura agar itu menjadi meeting point mereka,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman yang didapat dari pertemuan-pertemuan dengan pelaku UMKM. Masalah pertama yang dihadapi para pelaku adalah product knowledge untuk mengetahui kualitas produk secara objektif.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pengusaha Prediksi Perekonomian Indonesia Akan Mengalami Dampak Ini

“Makanya tadi saya tes, menurutmu produkmu bagus apa tidak. Ayo dinilai, harus fair (adil). Harus berani ngomong, berani koreksi untuk bercermin,” ujar Gubernur saat berdialog dengan peserta mengenai produk masing-masing.

Bukan hanya pelatihan usaha, Pemerintah Provinsi juga membantu mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM. Perbankan digandeng untuk dapat memberikan pinjaman dengan suku bunga rendah untuk menyelesaikan masalah ini. Termasuk menggandeng BAZNAS dan CSR untuk memberikan pelatihan dan akses modal.

Halaman:

Editor: Ahmad Thohir Abdul Nur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X