• Sabtu, 8 Oktober 2022

Hal Paling Menarik Tentang Sejarah Penaklukan Konstantinopel, Lalai Menutup Pintu Gerbang Salah Satunya

- Senin, 8 Agustus 2022 | 08:48 WIB
Hal Paling Menarik Tentang Sejarah Penaklukan Konstantinopel (Suryatiningsih PR)
Hal Paling Menarik Tentang Sejarah Penaklukan Konstantinopel (Suryatiningsih PR)



PunyaRakyat.com-Kota Konstantinopel salah satu kota penting di Eropa sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan saat itu. Letaknya yang strategis di antara dua benua Asia dan Eropa dipisahkan oleh Selat Bosponus.

Kondisi seperti itu juga berpengaruh pada ekonomi yang mendorong pemimpin-pemimpin Islam menaklukannya di antaranya masa Bani Umayyah.

Kemudian, Bani Abbasiyyah termasuk kerajaan Ottoman berlomba-lomba merebut kota Konstantinopel. Begitu kuat benteng pertahanannya tidak ada yang mampu menaklukannya.

Hanya pada era Sultan Muhammad Al-Fatih atau Sultan Mehmed 2, salah satu khalifah Kerajaan Ottoman kota ini dapat taklukkan kota Konstantinopel

Tepat 6 April 1453 Masehi berbekal senjata meriam Basilika dan pasukan berjumlah 150.000 orang pasukan menjebol benteng pertahanan. Hal menarik tentang penaklukan Konstantinopel salah satunya pasukan Yanissari mendobrak benteng pertahanan.

Namun, mampu pula merebut dan menaklukan kota Konstantinopel. Lalu, apa hal paling menarik tentang sejarah Konstantinopel dan berikut ulasannya selengkapnya

Pasukan elit Yanisari

Salah satu hal paling menarik tentang sejarah penaklukan Konstantinopel, adalah pasukan elit Yanisari. Pasukan  yang berjumlah 150.000 orang ini bukan sembarangan, tetapi orang  pilihan berasal para mujahid dan pemimpin Islam yang masuk Islam.

Mereka yang merupakan orang terlatih yang disebut memiliki level Navy Seal. Hal menarik dari pasukan Yanisari adalah pendidikan militernya yang keras dan kemampuan kecerdasannya tinggi.

Tidak hanya kemampuannya terlatih, mereka juga mempunyai beragam spesialisasi dalam berperang mulai memanah, mainkan senjata api hingga merakit bom.

Menariknya dalam rekrut anggota baru melibatkan anak remaja sampai anak para sultan pun dilibatkan. Tidak heran lahir pasukan yang tangguh mampu menaklukan Mamluk sampai Konstantinopel.

Dibekali Senjata Meriam Basilica

Hal paling menarik tentang penaklukan kota Konstantinopel, adalah meriam Basilica. Meriam basilica yang digunakan pasukan Yannisari berukuran diameter 0,63 dan panjang pipanya 5,182 meter.

Menariknya senjata meriam ini dibuat oleh Urban mampu menembakan sejauh 1,5 kilometer. Meski dapat menembak jarak jauh, tetapi persiapan lama hingga butuh pelumas. Kondisi ini membuat meriam Basilica menjadi penentu kemenangan Ottoman saat penaklukan kota Konstantinopel

Pertempuran Di Bawah Tanah

Hal paling menarik tentang sejarah penaklukan Konstantinopel,adalah pertempuran di bawah tanah. Hal ini terjadi karena Konstantinopel dikelilingi benteng yang disebut benteng konstantinopel.

Dilansir dari laman tourketurki.com benteng konstantinopel adalah serangkaian dinding batu pertahanan dibangun oleh Konstanti Agung tahun 324 SM dengan panjang 5,5 kilometer dan tinggi 12 meter.

Selain itu, dilengkapi rantai raksasa memiliki panjang 275 meter kemudian setiap mata rantai setebal 60 centimeter dan tebal besi 4 centimeter.

Rangkaian rantai raksasa tersebut berfungsi menutup akses kapal ke Teluk Tanduk Emas. Kemudian rantai raksasa ini dipasang pada menara Eugenius dan tembok Galata.

Keadaan yang demikian membuat pasukan yang dipimpinan Sultan Mehmed II harus membobol benteng 2 lapis dari sebelah barat dan selatan berhadapan langsung pelaut Genoa pimpinan Giustiniani.

Dari arah timur armada laut Ottoman harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi rantai-rantai berukuran besar menyulitkan kapal perang ukuran kecil lewat.Tujuan penggalian terowongan untuk meruntuhkan pondasi tembok dan menara yang selama ini menjadi benteng pertahanan Konstantinopel.

Namun, yang terjadi selanjutnya pasukan Bizantium ikut menggali terowongan agar bisa menemukan terowongan milik pasukan Ustmani.
Akhirnya terjadilah pertempuran di bawah terowongan antara kedua pasukan. Dari peperangan tersebut pasukan Ustmani mengalami kekalahan dan terowongan mereka dihancurkan.

Lalai Menutup Pintu Gerbang

Setelah gagal membobol benteng dan tidak sampai menembus rantai raksasa di Selat Tandus Emas. Menurut Historia Sultan Mehmed II kemudian memerintahkan angkatan lautnya pindahkan kapal-kapal melalui darat.

Melihat keadaan itu, membuat pasukan Konstantinopel mulai goyah dan pertahanan melemah. Akibatnya salah satu pasukan lalai menutup pintu gerbang disalah satu pos pertahanan gerbang Kerkoporta.

Kesempatan ini dimanfaatkan pasukan Ustman menyerbu masuk dengan memanjat tembok dan menancapkan bendera Ustmani. Sejak itulah kepanikan kota terjadi dan akhirnya Konstantinopel dapat dikuasai oleh Sultan Mehmed II beserta pasukannya.



Editor: Suryatiningsih PR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X