• Senin, 8 Agustus 2022

Makanan Dumbeg Yang Melegenda Di Kota Rembang , Begini filosofinya

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:52 WIB
Dumbeg merupakan makanan khas yang melegenda di Kabupaten Rembang (AhmdT)
Dumbeg merupakan makanan khas yang melegenda di Kabupaten Rembang (AhmdT)

Punyarakyat.com | Rembang - Dumbeg merupakan jajanan khas Kota Rembang yang biasanya di sajikan menjadi oleh-oleh saat berkunjung ke Rembang dan juga bisa kita temui di saat ada acara sedekah bumi atau syukuran untuk bumi kita.

Dumbeg terbuat dari tepung beras , santan , dan gula pasir/aren. Namun , banyak juga yang biasanya di taburi dengan nangka , kelapa muda yang di potong kecil-kecil seperti dadu. Biasanya untuk menambah variasi dalam menghidangkan makanan tersebut.

Dumbeg dibuat dengan balutan lontar yang biasanya di buat dengan tangan.Karena dibuat dari daun lontar saat mengalami proses pemanasan akan menimbulkan aroma yang khas. Inilah yang menambah cita rasa menikmati jajanan dumbeg.

Dumbeg berbentuk spiral atau terompet.Karenanya berbentuk seperti itu di Kabupaten Purworejo istilah dumbeg biasa disebut dengan nama clorot.

Baca Juga: Waterpark Karas Jati Setren Kembangkan Bakat Anak Melalui Lomba Mewarnai

Sejarah awal makanan dumbeg ini dimulai pada abad 15 hingga 16 Pulau Jawa bagian pesisir utara menjadi salah satu sasaran wilayah dakwah para wali. Sebab , kawasan pantura sangat strategis sebagai pusat perdagangan , jalur diplomasi internasional melalui jalur maritim.

Konon sejarah jajanan dumbeg menjadi salah satu camilan favorit para wali.. Dumbeg biasanya sering disajikan untuk tamu yang datang ke rumah terkadang juga untuk syukuran.

Kurang legkap rasanya apabila di moomen-momen tradisi seperti "Sedekah Bumi" tanpa kehadiran makanan yang legit ini. Sudah menjadi makanan yang wajib ada saat perayaan sedekah bumi ataupun  sedekah laut.

Dumbeg tak hanya sekedar makanan yang di sajikan untuk tamu , akan tetapi dumbeg juga memiliki filosofi yang tinggi. Dumbeg merupakan simbol dari kesuburan dan simbol lambang laki-laki yang disebut juga lingga. Dalam tradisi Jawa Kuno pasangan dumbeg adalah jadah atau ketan yang menjadi simbol perempuan. Dengan demikian, kedua makanan tradisional tersebut melambangkan suatu kesuburan, tonggak dari peradaban manusia.

Halaman:

Editor: Ahmad Thohir Abdul Nur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Memperkenalkan Sistem Bungkus Koki Terbaik!

Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:25 WIB

Resep Pesto Vegan dengan Mudah Lezat dan Enak

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:59 WIB

Resep Bakso Sapi yang Kenyal Tanpa Bahan Khusus

Kamis, 21 Juli 2022 | 18:50 WIB

Nikmatnya Kuliner Tiram Bakar Lajari di Barru

Sabtu, 25 Juni 2022 | 21:50 WIB
X