• Senin, 8 Agustus 2022

Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting di Wilayah Korem 063/SGJ

- Senin, 1 Agustus 2022 | 21:03 WIB
Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting di Wilayah Korem 063/SGJ (Nawa Jamil)
Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting di Wilayah Korem 063/SGJ (Nawa Jamil)

Punyarakyat.com - Kota CirebonDanrem 063/SGJ Kolonel Dany Rakca S.A.P, M.Han. menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Wahidin M. Kes di ruangan Puskodal Korem 063/SGJ Kota Cirebon, Senin (1/8/2022).


Sebagai tindak lanjut atas dikukuhkannya bapak KASAD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman S.E M.M sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting dan Persiapan kegiatan TMKK (TNI Manunggal KB Kesehatan). Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur pada umurnya.

Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari Minus Dua Standar Deviasi Median Standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita Stunting termasuk dalam golongan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca S.A.P, M.Han menyampaikan perintah Bapak Kasad, saat beliau dikukuhkan menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting beberapa waktu lalu, dimana secara otomatis para Komandan Satuan Kewilayahan mulai dari Korem, Kodim, Koramil hingga Babinsa jadi Bapak Asuh Anak Stunting di wilayahnya masing-masing bahwa keterlibatan TNI dalam persoalan stunting ini dalam rangka Percepatan Penanganan Stunting.

“Persoalan stunting ini merupakan permasalahan bangsa yang pada akhirnya bermuara pada usaha menciptakan generasi Indonesia yang unggul, sehat dan berkualitas,” jelas Danrem 063/SGJ.

Baca Juga: Kunjungi Korem 152/ Baabullah, Pangdam: Prajurit Utamakan Kejujuran

Lanjut Danrem 063/SGJ, Satuan Korem 063/SGJ telah membentuk Satuan Penugasan (Satgas) Percepatan Penanganan Stunting di wilayah melalui kerjasama dengan instansi terkait dan memberdayakan kemampuan satuan dan potensi penduduk wilayah masing.

"Saya Juga Sudah memerintahkan dan mengerahkan Detasemen kesehatan (Denkesyah 03.04.03 Cirebon) dan RS. TK III 03.06.01 Ciremai dengan memaksimalkan Dokter, Ahli Gizi dan Nakes Lainnya, untuk Satdisjan Rem 063/SGJ utk membantu optimalisasi kinerja dalam rangka percepatan penanganan stunting dengan mendukung Pendistribusian Logistik, Pengerahan Personel dan sebagainya."

Danrem 063/SGJ menambahkan, Kami pun melibatkan Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 063 beserta Pengurus ikut serta dalam membantu tugas Korem serta berperan aktif dlm pelayanan upaya percepatan penanganan stunting di wilayah.

“Untuk Para Dandim Jajaran Korem 063/SGJ sudah melaksanakan aksi yang sudah terbentuk Satgas Percepatan Penanganan Stunting dengan memaksimalkan Poskesdim dan menyusun Pemetaan Bapak Asuh Anak Stunting mulai dari Dandim dan jajaran Forkopimda, Danramil, Babinsa dan pihak lainnya serta memaksimalkan Potensi Wilayah seperti BUMN/BUMD, Donatur, Sukarelawan dan Instansi Lainnya,” ujar Danrem 063/SGJ.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Wahidin M. Kes menyampaikan, TNI menjadi pelopor dalam Percepatan penanganan Stunting di Indonesia, dari sejarahnya TNI berperan aktif dalam program diluar program utama, seperti KB Kesehatan dan percepatan penanganan stunting, di Indonesia Stunting setiap tahunnya turun 3 % kalau dibiarkan maka di tahun 2045 belum selesai, diindonesia masih 44,4 %. Di jawa barat angka stunting ada diangka 25% (20% dari jumlah penduduk Nasional) termasuk 12 provinsi prioritas penanganan stunting. Standar WHO angka stunting adalah 20 % dari Jumlah Penduduk.

Dr. Drs. Wahidin M. Kes, menambahkan, Kota Cirebon termasuk prioritas Penanganan Stunting 5 besar di Prov Jabar Program BKKBN yaitu pendampingan calon pengantin untuk mencegah jangan sampai terjadi anak stunting, Penganganan Stunting lebih di prioritaskan anak usia dibawah 2 tahun.

Pak Gubernur dalam waktu dekat akan mengajak pihak perbankan, Donatur untuk Rapat Koordinasi dalam percepatan penurunan Stunting di wilayah Prov Jabar Dalam waktu dekat akan dilaksanakan TMKK yang akan dihadiri oleh Bapak Panglima Kodam III/Slw ada di 8 titik di Prov Jabar.

Tampak Hadir Para Kasi Korem 063/SGJ, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 063 dr. Widya K , dr. Harriet Qie, M.Sc (Sub koordinator pelayanan KB jalur wilayah dan sasaran khusus), A Syamsul Hadi, S.Pd, M.AP (sub koordinator hubungan antar lembaga)dr. Dinda Aquariani, M.Kes (Sub Koordinator Bina Ketahanan Balita Anak dan Lansia) dan. Hendra Kurniawan, S.Sos (Pranata Humas).

Editor: Nawa Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X