• Senin, 8 Agustus 2022

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Meminta Masyarakat Untuk Lebih Jeli Membedakan DUKUN dan KIAI

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 00:25 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Meminta Masyarakat Untuk Lebih Jeli Membedakan DUKUN dan KIAI (Muhammad Habibi)
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Meminta Masyarakat Untuk Lebih Jeli Membedakan DUKUN dan KIAI (Muhammad Habibi)

PunyaRakyat.com Fahrur Rozi meminta masyarakat dan umat Islam lebih jeli dan selektif sehingga bisa membedakan dukun dan kiai.

Pernyataan itu disampaikan Gus Fahrur Rozi merespons fenomena sosok Gus Samsudin dari Blitar Jawa Timur yang kerap mendokumentasikan aksi sulapnya melalui kanal YouTube.

Menurut Fahrur Rozi dukun berbeda dengan kiai. Dukun memakai trik, sedangkan kiai memiliki karomah atau kemuliaan.

"Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun di kiai-kan, itu salah. Jangan kiai-kan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. [Kalau dukun] itu tipuan, sihir, atau sulap," kata Gus Fahrur Rozi di laman resmi NU, dikutip Selasa (2/7/2022).

Baca Juga :
Prodi Manajemen Bencana Unhan RI Laksanakan KKLN Hari Pertama

Gus Fahrur Rozi mengatakan kemuliaan seseorang bisa dilihat dan dibuktikan bukan dari keanehan yang dilakukan. Melainkan dari ilmu dan amal.

Ia menilai para kiai yang memiliki kemuliaan adalah mereka yang mengikuti sunah dan syariat.

"Nabi tidak mengajari yang aneh-aneh. Mengajari salat dan kebaikan. Tapi ukurannya Nabi. Kalau (perilaku) mereka tidak cocok dengan Nabi atau walaupun bisa terbang, tetap itu bukan wali," kata Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang, Malang, Jawa Timur itu.

Gus Fahrur menegaskan karomah tidak mungkin keluar dari tangan sembarang orang. Sebagaimana halnya mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad.

Halaman:

Editor: Muhammad Habibi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X