• Senin, 8 Agustus 2022

Dugaan Keterlibatan ASN Dalam Politik Praktis Menyasar Kecamatan Pondok Gede

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:08 WIB
Dugaan Keterlibatan ASN Dalam Politik Praktis  Menyasar Kecamatan Pondok Gede (Devi Novitasari)
Dugaan Keterlibatan ASN Dalam Politik Praktis Menyasar Kecamatan Pondok Gede (Devi Novitasari)

Punyarakyat.com - Kota Bekasi – Muncul perbincangan terkait adanya dugaan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dengan sengaja memobilisasi para kader Posyandu dan ibu PKK untuk mengikuti Senam Sicita di Kecamatan Pondok Gede.

Seperti yang diketahui senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) merupakan senam yang dipopulerkan oleh Partai Politik PDI Perjuangan. Oleh karena itulah muncul dugaan kuat bahwa kegiatan senam tersebut menjadi kampanye terselubung PLT. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi.

Melihat hal tersebut Ketua Umum Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) Machfudin Latief memberikan ultimatum para ASN yang dengan sengaja memobilisasi para kader Posyandu dan PKK untuk ikut andil dalam kegiatan Senam Sicita.

“Anggota saya sudah mempunyai bukti, bahwa Camat Pondok Gede sedang melakukan mobilisasi kepada para kader posyandu dan kader PKK. Dan lebih parahnya lagi yang ikut senam Sicita disuruh membawa bendera merah yang notabene itu warna bendera partai,” ucap Latief sapaan akrabnya kepada awak media, Senin (1/8/2022).

Baca Juga : Terlalu Banyak Terjadi Bencana, Komisi III DPRD Kota Bogor Segera Melakukan Evaluasi Penanganan 

Berdasarkan data yang diperoleh, pertanggal 5 Juli 2022 surat dengan kop Pemkot Bekasi telah  ditandatangani oleh Camat Pondok Gede Zainal Abidin dan menyuruh seluruh Lurah untuk menghadirkan para kader Posyandu dan PKK latihan senam Sicita

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya netral. Sementara Plt Wali Kota Bekasi sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan.

Menurutnya jika giat Senam Sicita tersebut melibatkan semua parpol maka bisa dimaklumi. Namun pada kenyataannya giat itu hanya dilakukan oleh warga yang diharuskan memakai atribut warna merah yang notabene seperti warna parpol PDI Perjuangan.

“Kami beranggapan bahwa seluruh Camat se-Kota Bekasi disuruh melakukan mobilisasi kepada para kader Posyandu dan PKK untuk melakukan senam Sicita. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan menyambut Pemilu serentak 2024. Padahal sesuai UU mereka harusnya netral. Kalau sampai hal ini terus terjadi kami akan laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN),” tegas Latief.

Halaman:

Editor: Devi Novitasari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X