• Rabu, 5 Oktober 2022

Naikkan Asuransi Nasional dan Pangkas Kenaikan Pajak Perusahaan, Langkah Liz Truss Atasi Ekonomi Inggris

- Kamis, 22 September 2022 | 20:48 WIB
Naikkan Asuransi Nasional dan Pangkas Kenaikan Pajak Perusahaan, Langkah Liz Truss Atasi  Ekonomi Inggris (Suryatiningsih PR)
Naikkan Asuransi Nasional dan Pangkas Kenaikan Pajak Perusahaan, Langkah Liz Truss Atasi Ekonomi Inggris (Suryatiningsih PR)

 

PunyaRakyat.com-Masalah Ekonomi pasca pandemi Covid-19 tampaknya belum usai kemudian biaya hidup makin mahal. Hal ini mendorong sebagian masyarakat melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup.

Menyikapi fenomena ini Perdana Menteri Inggris
Dalam siaran pada hari Selasa, perdana menteri merencanakan untuk memotong asuransi nasional.

Asuransi ini yang telah memicu kritik karena menguntungkan penerima tertinggi 250 kali lebih banyak daripada yang termiskin, mengakui itu lebih berharga bagi orang kaya.

“Kita harus menetapkan kebijakan pajak kita atas dasar apa yang akan membantu negara kita menjadi sukses. Apa yang akan memberikan ekonomi yang menguntungkan semua orang di negara kita. Apa yang tidak saya terima adalah gagasan bahwa pemotongan pajak untuk bisnis tidak membantu orang pada umumnya.”

Truss juga menegaskan dia akan membalikkan kenaikan asuransi nasional dan memangkas kenaikan pajak perusahaan yang direncanakan dalam anggaran mini pada hari Jumat, yang mungkin harus membengkokkan aturan fiskal untuk mengurangi utang.

Baca Juga: Polisi menggunakan kendaraan darurat sepeda listrik Brompton cahaya biru yang menjaga jalan Surrey tetap aman

Beberapa anggota parlemen Tory percaya bahwa kanselir, Kwasi Kwarteng, dapat mengajukan satu tahun janji yang dibuat oleh pendahulunya Rishi Sunak untuk memotong pajak penghasilan sebesar 1% dari tahun 2024.

Kelompok bisnis mengharapkan perubahan tarif bisnis dan pemotongan PPN untuk membantu mengatasi krisis energi, serta tinjauan jangka panjang atas pajak ini. Kwarteng juga diharapkan mengumumkan bahwa batas bonus bankir akan dihapus.

Kebijakan ini membuat Ia siap menjadi perdana menteri yang tidak populer untuk melakukan tindakan yang dia yakini akan membantu perekonomian. Langkah tersebut menurutnya membantu membuat Inggris lebih kompetitif dan lebih sukses.

Halaman:

Editor: Suryatiningsih PR

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X